Traffic, tampilan produk, tambah ke keranjang, dan pesanan harus dibaca sebagai satu funnel sebelum menentukan optimasi.
Angka traffic yang naik memang terlihat menarik, tetapi belum menjawab apakah pengunjung menemukan produk yang tepat dan akhirnya membuat pesanan. Dari project analisis traffic, performa produk, dan performa penjualan Shopee, saya melihat bahwa keputusan yang lebih tajam muncul ketika seluruh perjalanan pembeli dibaca sebagai satu funnel.
Total pengunjung perlu dibaca bersama pengunjung baru dan lama, rata-rata halaman yang dilihat, durasi kunjungan, serta tingkat melihat tanpa membeli. Kombinasi ini membantu membedakan kenaikan kunjungan yang benar-benar relevan dari traffic yang hanya lewat.
Performa produk bergerak dari produk dilihat dan dikunjungi, klik pencarian, suka, tambah ke keranjang, pesanan dibuat, sampai pesanan siap dikirim. Ketika omzet turun, urutan ini membantu menunjukkan apakah masalahnya ada pada ketertarikan, listing, harga, promosi, atau proses setelah checkout.
Tren bulanan akan lebih mudah ditafsirkan jika dilihat bersama kategori produk, rentang harga, dan komposisi pembeli baru serta lama. Satu angka total sering menyembunyikan perubahan mix produk atau perubahan perilaku pembeli.
Analisis bukan tujuan akhir. Produk dengan banyak kunjungan tetapi rendah tambah ke keranjang membutuhkan diagnosis listing atau harga; produk dengan keranjang tinggi tetapi pesanan rendah membutuhkan pemeriksaan promo, biaya, atau pengalaman checkout. Dengan prioritas seperti ini, optimasi menjadi lebih spesifik.
Contoh penerapannya dapat dilihat pada Analisis Tingkat Kunjungan Toko Shopee, Analisis Performa Produk Shopee, dan Analisis Performa Penjualan Shopee.
Saya siap membantu mewujudkan kebutuhan operasional, desain, atau strategi digital marketing untuk bisnis Anda.
Unduh CV saya untuk informasi lebih lengkap tentang pengalaman dan keterampilan saya.
Unduh CV